Minggu, 24 November 2013

Cerpen Boneka Hidup

Diposting oleh Unknown di 03.27

     Saat itu aku sedang menghabiskan waktu liburan semester, bingung mau kemana, aku mampir saja ke rumah temanku, namanya Dina. Baru kali ini aku masuk kedalam rumahnya, biasanya aku cuma duduk2 diteras saja kalau kebetulan aku main ke rumahnya. Rumahnya cukup besar, kalau siang terasa sejuk, karena di pekarangan rumahnya banyak ditanami pohon, tapi kalau menjelang sore / hampir magrib suasananya jadi agak dingin dan seram.

     Aku dipersilahkan masuk kedalam rumahnya, kami ngobrol sebentar. Ketika adzan maghrib berkumandang aku minta izin numpang sholat. Dina meminjamkan mukena nya dan aku sholat di kamarnya. Entah kenapa sejak aku mengambil air wudu, perasaan dari sudut pojok rumah aku ber wudu di kran belakang rumah ada yang terus mengawasiku. Aku menoleh,tapi tidak ada apa2.


     Sampai aku sholat di kamar Dina, baru rakaat pertama, hawa di kamar Dina terasa dingin padahal jendela telah tertutup rapat. Aku teruskan saja sholat. Beberapa detik kemudian lampu kamar redup-terang, seperti spaningnya turun naik. Aku tetap cuek, sampai aku baru mau sujud pertama, gubraaakkk boneka dari lemari buffet Dina jatuh pas di sampingku. Boneka itu sejenis baby doll yang ada rambutnya, trus matanya bisa kedip2. Posisi jatuhnya pas banget matanya melotot ke arahku...
     Waduh, perasaan ku semakin tidak enak saja, tapi terus kulawan. Males banget solatnya jadi batal gara2 gituan. Sampai akhirnya aku selesai solat, ku ambil boneka yang jatuh tadi untuk menaruhnya kembali ke lemari buffet Dina. Aku perhatikan boneka itu, rasanya boneka itu seperti hidup, ada nafasnya. Ku tempelkan telingaku ke mulut boneka itu tapi biasa saja. Aku mencoba yakin bahwa itu cuma perasaanku.

    Selesai sholat aku ke ruang TV nyamperin Dina. Kutanyakan dia kenapa ga ikut sholat, katanya lagi males. Sambil bercanda aku bilang ke Dina, kalo kamarnya lama ga di Sholatin tar ada hantunya. Dia cuma ketawa.

Menjelang Isya aku pamit pulang, sebelumnya aku ke kamar Dina lagi ngambil tas ku (kali ini aku ke kamarnya ditemani Dina). Baru saja masuk kedalam kamar, boneka yang tadi ku taroh di buffet jatuh lagi. Kali ini bonekanya bunyi... "ngikkk" gitu. Dina   juga mendengarnya. Kami berpandangan, Dina tampak takut. Kusarankan boneka itu jangan di taroh lagi di kamar, tapi Dina tidak berani memindahkan. Jadi nya aku deh yang mindahin ke gudang rumahnya. Aku pulang, bersih2, istirahat.

    Besok paginya Dina nelpon minta aku kerumahnya, katanya gawat. Aku segera meluncur ke rumahnya. Dina bercerita, ternyata tadi malam sekitar pukul 02.00, kamarnya terasa dingin banget, badannya gatel2, hingga membuat Dina terbangun. Ketika dia menyalakan lampu kamar (lampu kamarnya saklarnya ada di samping kasur nya, jadi posisi nyalain lampu saat itu si Dina masih tiduran di kasur), alangkah kagetnya ia...

    Tepat diatas langit2 kamarnya ada boneka yang tadi magrib kami ungsikan ke gudang. Menurut cerita Dina, rambut boneka itu berubah jadi panjang, sehingga walau tubuh boneka itu nempel di langit2, tapi rambutnya panjaaangg sampai menyentuh muka Dina, dan ternyata rambut boneka itu yang bikin Dina gatel2. Dina saat itu juga pingsan.

    Aku merinding mendengar ceritanya, kutanyakan pada Dina sekarang bonekanya ada dimana? Dia, Ibunya, dan pembantunya ga ada yang tau, boneka itu hilang... cuma menyisakan bekas rontokan rambutnya yang tercecer di lantai.
Wallahu`alam... perasaanku saat itu bercampur aduk, takut, penasaran, gelisah, dsb. Sejak saat itu aku jadi jarang main ke rumah Dina maaf ya Din...

0 komentar:

Posting Komentar

 

smile :) Copyright © 2011 Design by Ipietoon Blogger Template | web hosting