Namaku Sasa. Aku mempunyai adik bernama Sisi. Menurut ku, Sisi sangat menyebalkan. Dia selalumeniru gayaku, mulai dari kepangan rambut, baju,sepatu,sampai asesoris.
siang ini aku bersama teman-teman akan mengadakan kerja kelompok di rumahku. Kami semua sudah berkumpul dan mulai membuka buku. Kami berdiskusi. terkadang, dia menanyakan hal-hal yang tidak perlu. Aku merasa terganggu dengan pertanyaan konyol Sisi.
"Ma... Sisi ganggu, nih!" Aku menjerit. Sisi diam saja, masih di posisi yang tadi. Aku melotot kepada Sisi. Tapi Sisi tetap tak bergerak. Akhirnya, mama datang dengan nampan berisi air dan stoples kue. Mama meletakkannya di meja.
"Tante mau tanya, apakah Sisi mengganggu kalian?" tanya mama.
"Enggak, kok, Tante. Malah Sisi menambah semangat belajar kami." Jawab teman-temanku.
setelah mama pergi, ku cubit tangan Sisi kuat-kuat. Sisi pun berlari meninggalkan kamii.
Meskipun menyebalkan, adakalanya kami akur. Terkadang, kami bermain bersama. Seperti hari ini, kami sedang bermain dokter-dokteran.
"Kak, mainan yang Kakak inginkan apa?" tanya Sisi.
"Kakak sudah besar, enggak suka mainan. Tapi, kakak menyukai sepedda merah yang ada boncengan di belakang nya dan ada keranjang di depannya," jawabku, sambil membayangkan sepeda yang pernah kulihat di etalase toko.
"Sisi juga suka yang itu!" ujar Sisi.
Kumat lagi,deh! gumamku dalam hati. Dan yang lebih menyebalkan lagi, Sisi sudah meminta lebih dulu kepada mama sebagai hadiah ulang tahunnya. Kebetulan, ulang tahun kami sama tanggal nya, tapi berbeda tahun.
"Ma, Sasa juga mau sepeda merah itu.." ujarku memohon kepada mama.
"Mama enggak ngerti, apa yang terjadi dengan kalian. Lagi pula, dari mana Mama dapat uang untuk membeli dua sepeda sekaligus? oke, gini saja. Sebentar lagi, kan, ulangan semester. Mama akan membelikan sepeda merah itu untuk nilainya paling tinggi," jawab mama.
ini kesempatanku. Aku selalu mendapat peringkat pertama, sedangkan Sisi kalah jauh!. Pikir ku dalam hati.
Kami berdua sibuk belajarr untuk memperoleh nilai yang bagus. Beberapa hari ini, aku melihat Sisi tidak lagi meniru gayaku. Sisi lebih sibuk berkutat di meja belajarnya dari pada meniru gayaku. Aku merasa lega.
Hari yang dinanti-nanti pun tiba. Kami bertiga mengambil rapor di sekolah. Aku tetap mendapat peringkat pertama. Tapi, Sisi juga mendapat peringkat pertama. Bahkan, nilainya jauh lebih tinggi diatasku.
Sepeda merah terpajang di teras rumah ku. Sedih rasanya ketika mengetahui bahwa sepeda itu bukan miliku, tapi milik Sisi. Kenyataan yang menyakitkan. Nilai ku memang lebih rendah dari pada nilai Sisi. Jadi, aku pasrahkan saja sepeda merah itu menjadi milik Sisi.
Hari ini, hari ulang tahunku dan Sisi. Sisi telah berubah, tidak seperti hari-hari kemarin. Sisi tidak meniru gayaku lagi. ini bukan Sisi yang dulu.
Hari ini, aku akan bertukar kado dengan Sisi. Aku menghadiahi Sisi satu set baju lengkap dengan rok, bando, dan sepatunya yang sama persis seperti milikku. Bulan kemarin, Sisi merengek-rengek minta dibelikan baju yang seperti itu. tapi, itu sebulan yang lalu, sebelum Sisi berubah. Sisi hanya menghadiahiku sebuah kotak kecil yang entah apa isinya. Ku buka kotak itu perlahan, tapi pasti. Sebuah kunci terjatuh bersama selembar kertas. Kulihat tulisan dikertas itu tampak tulisan cakar ayam yang sangat ku kenal. itu tulisan Sisi. Begini isinya
To : Kak Sasa
Kak... selamat ulang tahun.. semoga sehat selalu. Ma'afkan Sisi kalau Sisi membuat kakak sebel sama Sisi . Sisi tahu, kakak sangat menginginkan sepeda merah itu.. jadi, Sisi berikan kepada kakak saja, ya...
Setetes air mata jatuh dikertas itu. Air mataku terjatuh. Aku berlari mencari Sisi. Kutemukan Sisi sedang bergaya didepan cermin kamarnya sambil mengenakan baju yang kuberikan.
"Kak.. kakak tahu saja, deh, kalau aku suka baju ini! Makasih ya kak.." Kata Sisi polos.
Kupeluk Sisi erat sekali sambila berkata pelan.
...
"Adikku adalah sahabatku"
Kamis, 13 Desember 2012
Langganan:
Posting Komentar (Atom)



0 komentar:
Posting Komentar