Sabtu, 08 Desember 2012

CERPEN " Maafkan Aku, Ayah..."

Diposting oleh Unknown di 01.55

Nita namanya. Dia terlahir ditengah keluarga sederhana. Ayahnya hanya pegawai negeri. Nita bersekolah di SD Guru Pelita. Setiap pagi, dia pergi ke sekolah dengan diantar Vespa butut kepunyaan ayahnya. Sama seperti  pagi itu juga.
"Nita pergi kesekolah dulu,ya, Yah..," ucap Nita sambil mencium tangan ayahnya.
"Hati-hati," jawab ayahnya.                                                                                                                                                                              

sesampainya disekolah.....     
                                                                                                                                                                            "Pagi, Nita!" sapa Oni.                                                                                                                                             "Pagi," jawab  Nita.
Nita menatap Luna turun dari mobil mewah nya.
   pasti enak punya mobil bagus,mainan banyak, kue yang enak-enak,dan ganti sepatu setiap hari. Tapi, mana mungkin aku punya semua itu. Ayah hanya pegawai negeri yang gajinya tidak seberapa. Huh...! Kenapa ayah hanya pegawai negeri
.., batin Nita dalam hati.
"Nit, pagi-pagi, kok, sudah bengong!" tegur Oni.
"Eh,iya.. apa?" jawab Nita terkejut dari lamunannya.
"Kita masuk kelas ,yuk," ajak Oni
"Mari..," jaawab Nita.
    Di kelas, Nita tidak berkonsentrasi pada pelajaran. Dia menyesali, mengapa ayahnya hanya pegewai negeri. Saat pulang, Luna menepuk bahu Nita.
"Hai...," sapa Luna sambil menyerahkan bungkusan yang dipegangnya.
"Untuk aku?" tanya Nita.
"Iya," jawab Luna singkat.
"aku buka ,ya?" ujar Nita.
"Up to you!" balas Luna.
"Kenapa kamu memberikan ini semua kepada ku?" tanya Nita.
"Setiap hari, aku dibekali macam-macam kue sama pembantuku. Aku sudah bosan," jawab Luna.
"Boleh aku tanya sesuatu?" tanya Nita.
"Tanya saja!" balas Luna.
"Apakah kamu merasa bahagia tinggal ditengah keluarga kaya???" tanya Nita.
"Semua orang mengira begitu. Padahal, aku tersiksa. Enggak ada yangg menemaniku dirumah. Mama dan Papaku selalu pergi. Katanya sih, BISNIS. Aku sampai muak mendengar kata bisnis," ucap Luna sedih.
"Kamu enak,Nit! Setiap pagi, pasti mamamu membuatkan sarapan pagi, mengantarkan kamu sampai kedepan pintu, dan menyambut dengan masakan yang enak jika kamu pulang sekolah. Bagiku, merasakan semua itu sepertinya khayalan," lanjut Luna.
"Itu bukan khayalan, Na... mamaku mau menyambut dngan hangatt kalau kamu mau main ke rumahku. Kamu boleh main sesering mungkin ke rumahku," hibur Nita
"Betul???" tanya Luna.
"Iya," jawab Nita.
Mereka berpelukan
    Ternyata, kehidupan Luna tidak sepeti yang aku bayangkan, ucap Nita dalam hati. Aku sudah salah, tidak mensyukuri nikmat yang diberikan-Nya. Aku telah menyalahkan ayah. Maafkan aku,ayah...

0 komentar:

Posting Komentar

 

smile :) Copyright © 2011 Design by Ipietoon Blogger Template | web hosting